" HELLO WELCOME IN MY BLOG ARIYAN SWEET " ENJOY AZA "

Click here for Myspace Layouts

Sabtu, 15 Januari 2011

Penyakit Stevens-Johnson Syndrome


Pendahuluan
Steven-Johnson Syndrome (SJS) merupakan reaksi hipersensitivitas yang diperantarai kompleks imun yang merupakan bentuk yang berat dari eritema multiformis. SJS dikenal pula sebagai eritem multiformis mayor. SJS umumnya melibatkan kulit dan membran mukosa. Ketika bentuk minor terjadi, keterlibatan yang signifikan dari mulut, hidung, mata, vagina, uretra, saluran pencernaan, dan membran mukosa saluran pernafasan bawah dapat berkembang menjadi suatu penyakit. Keterlibatan saluran pencernaan dan saluran pernafasan dapat berlanjut menjadi nekrosis. SJS merupakan penyakit sistemik serius yang sangat potensial menjadi penyakit yang sangat berat dan bahkan menjadi sebuah kematian.
Stevens-Johnson Syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) sejak dahulu dianggap sebagai bentuk eritem multiformis yang berat. Baru-baru ini diajukan bahwa eritema multiformis mayor berbeda dari SJS dan TEN pada dasar penentuan kriteria klinis. Konsep yang diajukan tersebut adalah untuk memisahkan spectrum eritem multiformis dari spectrum SJS/TEN. Eritem multiformis, ditandai oleh lesi target yang umum, terjadi pasca infeksi, sering rekuren namun morbiditasnya rendah. Sedangkan SJS/TEN ditandai oleh blister yang luas dan makulopapular, biasanya terjadi karena reaksi yang diinduksi oleh obat dengan angka morbiditas yang tinggi dan prognosisnya buruk. Dalam konsep ini, SJS dan TEN kemungkinan sama-sama merupakan proses yang diinduksi obat yang berbeda dalam derajat keparahannya. Terdapat 3 derajat klasifikasi yang diajukan :
1. Derajat 1 : erosi mukosa SJS dan pelepasan epidermis kurang dari 10%
2. Derajat 2 : lepasnya lapisan epidermis antara 10-30%
3. Derajat 3 : lepasnya lapisan epidermis lebih dari 30%



Gambar 1. Perbedaan Eritema multiformis, Stevens-Johnson Syndrome, Toxic Epidermal Necrolysis
Definisi
Stevens-Johnson Syndrome adalah sebuah kondisi mengancam jiwa yang mempengaruhi kulit dimana kematian sel menyebabkan epidermis terpisah dari dermis. Sindrom ini diperkirakan oleh karena reaksi hipersensitivitas yang mempengaruhi kulit dan membrane mukosa. Walaupun pada kebanyakan kasus bersifat idiopatik, penyebab utama yang diketahui adalah dari pengobatan, infeksi dan terkadang keganasan.
Penyebab
Sindrom Stevens Johnson dapat disebabkan oleh karena :
1. Infeksi (biasanya merupakan lanjutan dari infeksi seperti virus herpes simpleks, influenza, gondongan/mumps, histoplasmosis, virus Epstein-Barr, atau sejenisnya),
2. Efek samping dari obat-obatan (allopurinol, diklofenak, fluconazole, valdecoxib, sitagliptin, penicillin, barbiturat, sulfonamide, fenitoin, azitromisin, modafinil, lamotrigin, nevirapin, ibuprofen, ethosuximide, carbamazepin),
3. Keganasan (karsinoma dan limfoma), atau
4. Faktor idiopatik (hingga 50%).
Sindrom Stevens Johnson juga dilaporkan secara konsisten sebagai efek samping yang jarang dari suplemen herbal yang mengandung ginseng. Sindrom Steven Johnson juga mungkin disebabkan oleh karena penggunaan kokain.
Walaupun SJS dapat disebabkan oleh infeksi viral, keganasan atau reaksi alergi berat terhadap pengobatan, penyebab utama nampaknya karena penggunaan antibiotic dan sulfametoksazole. Pengobatan yang secara turun menurun diketahui menyebabkan SJS, eritem multiformis, sindrom Lyell, dan nekrolisis epidermal toksik diantaranya sulfonamide (antibiotik), penisilin (antibiotic), barbiturate (sedative), lamotrigin (antikonvulsan), fenitoin – dilantin (antikonvulsan). Kombinasi lamotrigin dengan asam valproat meningkatkan resiko dari terjadinya SJS.
Patofisiologi
Stevens-Johnson Syndrome merupakan penyakit hipersensitivitas yang diperantarai oleh kompleks imun yang mungkin disebabkan oleh beberapa jenis obat, infeksi virus, dan keganasan. Kokain saat ini ditambahkan dalam daftar obat yang mampu menyebabkan sindroma ini. Hingga sebagian kasus yang terdeteksi, tidak terdapat etiologi spesifik yang dapat diidentifikasi.
Di Asia Timur, sindroma yang disebabkan carbamazepine dan fenitoin dihubungkan erat dengan (alel B*1502 dari HLA-B). Sebuah studi di Eropa menemukan bahwa petanda gen hanya relevan untuk Asia Timur. Berdasarkan dari temuan di Asia, dilakukan penelitian serupa di Eropa, 61% SJS/TEN yang diinduksi allopurinol membawa HLA-B58 (alel B*5801 – frekuensi fenotif di Eropa umumnya 3%), mengindikasikan bahwa resiko alel berbeda antar suku/etnik, lokus HLA-B berhubungan erat dengan gen yang berhubungan.
Manifestasi Klinis
SJS biasanya mulai timbul dengan gejala-gejala seperti infeksi saluran pernapasan atas yang tidak spesifik, kadang-kadang 1-14 hari. Ada demam, susah menelan, menggigil, nyeri kepala, rasa lelah, sering kali juga muntah-muntah dan diare. Muncul kelainan kulit, seperti koreng, melepuh, sampai bernanah, serta sulit makan dan minum. Bahkan juga mengenai saluran kencing menyebabkan nyeri.
Kelainan kulit bisa dimulai dengan bercak kemerahan tersebar vesikel dan membesar hingga menimbulkan jaringan parut, terutama pada selaput lendir seperti di hidung, mulut, mata, alat kelamin, dan lain-lain. Berat ringannya manifestasi klinis SJS bervariasi pada tiap individu bisa dari yang ringan sampai berat menimbulkan gangguan pernapasan dan infeksi berat sampai mematikan.




Gambar 2. Manifestasi Klinis Steven-Johnson Syndrome
Penatalaksanaan
Seluruh pengobatan harus dihentikan, khususnya yang diketahui menyebabkan reaksi SJS. Penatalaksanaan awalnya sama dengan penanganan pasien dengan luka bakar, dan perawatan lanjutan dapat berupa suportif (misalkan cairan intravena) dan simptomatik (misalkan analgesik, dll), tidak ada pengobatan yang spesifik untuk penyakit ini. Kompres saline atau Burow solution untuk menutupi luka kulit yang terkelupas/terbuka. Alternatif lainnya untuk kulit adalah penggunaan calamine lotion. Pengobatan dengan kortikosteroid masih kontroversial semenjak hal itu dapat menyebabkan perburukan kondisi dan peningkatan resiko untuk terkena infeksi sekunder. Zat lainnya yang digunakan, antara lain siklofosfamid dan siklosporin, namun tidak ada yang berhasil. Pemberian immunoglobulin intravena menunjukkan suatu hal yang menjanjikan dalam mengurangi durasi reaksi alergi dan memperbaiki gejala. Pengobatan suportif lain diantaranya penggunaan anestesi nyeri topikal dan antiseptic, yang dapat menjaga lingkungan tetap hangat, dan penggunaan analgesic intravena. Seorang oftalmologis atau optometris harus dikonsultasikan secepatnya, oleh karena SJS sering menyebabkan pembentukan jaringan parut di dalam bola mata yang kemudian menyebabkan vaskularisasi kornea dan terganggunya penglihatan, dan gangguan mata lainnya. Diperlukan pula adanya program fisioterapi setelah pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Prognosis
Steven-Johnsons Syndrome (dengan < 10% permukaan tubuh terlibat) memiliki angka kematian sekitar 5%. Resiko kematian bisa diperkirakan dengan menggunakan skala SCORTEN, dengan menggunakan sejumlah faktor prognostic yang dijumlahkan. Outcome lainnya termasuk kerusakan organ dan kematian.
Tabel 1. Perbedaan Eritema Multiformis, Steven-Johnsons Syndrome, dan Toxic Epidermal Necrolysis

Rabu, 12 Januari 2011

PANDUAN PEMBERIAN MAKANAN PADAT BAYI



 

 

 

 

 

ASI EKSKLUSIF ( 0-6 Bulan )

Pada enam bulan pertama bayi mengalami perubahan besar yang terkadang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.  Semakin hari bayi Anda menjadi lebih awas dan lebih banyak bergerak, setiap hari akan menjadi hari yang penuh petualangan menakjubkan bagi Anda.
    
Apa yang dilakukan bayi Anda? Perkembangan untuk usia sampai dengan 6 bulan :
# mengangkat kepala dan dada bila dibaringkan pada perutnya.
# menggapai objek yang digantung
# memegang dan mengguncang objek
# berguling ke kiri dan ke kanan
# duduk dengan dibantu
# mengeksplorasi objek dengan tangan dan mulut
# mulai menirukan suara dan mimik wajah
# merespon bila namanya dipanggil atau bila melihat wajah yang dikenal.

WHO, UNICEF, begitu juga para ahli kesehatan dan organisasi-organisasi kesehatan sepakat bahwa ASI adalah satu-satunya makan dan minuman yang diperlukan oleh bayi pada enam bulan pertama dalam hidup mereka.  Mereka menyatakan bahwa makanan padat diperkenalkan saat bayi anda berusia enam bulan, jadI tidak disarankan untuk memperkenalkan  makanan padat sebelum usia 6 bulan.
HANYA ASI satu-satunya makanan dan minuman yang diperlukan oleh seorang bayi dalam enam bulan pertama.  Tidak ada makanan atau minuman lain, termasuk air putih, yang diperlukan selama periode ini.  ASI adalah makanan terbaik untuk bayi Anda.  Susu hewan, susu formula (bahkan yang harganya paling mahal), susu bubuk, teh, minuman yang mengandung gula, air putih, pisang dan padi-padian tidak memiliki kandungan sebaik ASI.
ASI adalah makanan yang bergizi dan berkalori tinggi, yang mudah untuk dicerna.  ASI memiliki kandungan yang membantu penyerapan nutrisi, membantu perkembangan dan pertumbuhanan, juga mengandung sel-sel darah putih, anti-bodi, anti-peradangan dan zat-zat biologi aktif yang penting bagi tubuh bayi dan melindungi bayi dari berbagai penyakit.  Kandungan-kandungan tersebut TIDAK terdapat dalam susu formula.
Pada bulan-bulan pertama, saat bayi berada pada kondisi yang sangat rentan, pemberian makanan atau minuman lain selain ASI akan meningkatkan resiko terjadinya diare, infeksi telinga, alergi, meningitis, leukemia, Sudden Infant Death Syndrome/SIDS -sindrom kematian tiba-tiba pada bayi, penyakit infeksi dan penyakit-penyakit lain yang biasa terjadi pada bayi.
ASI yang diproduksi ibu mempunyai komposisi yang sempurna untuk bayinya. Tidak ada yang bisa membuat makanan yang sesempurna ini. Antibodi yang terkandung dalam ASI dibuat khusus untuk virus dan bakteri yang dihadapi ibu dan bayinya pada saat itu. Komposisi ASI berbeda-beda – dari pagi sampai malam hari, dari tegukan pertama sampai akhir setiap kali anak menyusui -berubah untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan bayi dengan rasa yang dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu, sehinga setiap teguk ASI berbeda dan sempurna untuk bayinya. Tidak ada produsen susu formula yang bisa membuat makanan yang lebih sempurna untuk bayi Anda dibandingkan sang ibu.
Anak yang tidak mendapatkan ASI secara eksklusif selama 6 bulan mempunyai resiko lebih besar untuk terpapar penyakit dan kondisi di bawah ini:

Tabel Resiko Pemberian Susu Formula vs ASI

Penyakit
Resiko
Alergi, eczema
2-7 kali
Infeksi Saluran Kencing
2.6 – 5.5 kali
Radang perut (Inflamatory bowel disease)
1.5-1.9 kali
Diabetes tipe 1
2.4 kali
Gastroenteritis
3 kali
Hodgkin’s lymphoma
1.8—6.7 kali
Otitis media
2.4 kali
Haemophilus influenzae meningitis
3.8 kali
Necrotizing enterocolitis
6-10 kali
Pneumonia
1.7-5 kali
Respiratory syncytial virus infection
3.9 kali
Sepsis
2.1 kali
Sindrom Kematian Bayi Mendadak (Sudden infant death syndrome)
2 kali
Obesitas
25%
Infeksi Telinga yang berulang
60%
Leukemia
30%
Diare
100%
Infeksi pernapasan (seperti asma)
250%
(sumber: International Baby Food Action Network & Association of Family Physicians)

Jika Pertumbuhan Bayi ASI Eksklusif Kurang Baik

Timbanglah bayi Anda secara teratur dan jika Anda memberikan ASI eksklusif tapi timbangan bayi Anda tidak menunjukkan angka pertumbuhan berat badan yang baik, maka:
· Anak tersebut harus lebih sering disusui.  Mungkin diperlukan setidaknya 12 kali pemberian ASI dalam 24 jam.  Bayi harus menyusui selama setidaknya 15 menit.
· Anak tersebut mungkin perlu dibantu untuk mendapatkan posisi menyusui yang lebih baik.
· Anak tersebut mungkin sakit dan harus dibawa untuk menemui tenaga kesehatan yang terlatih.
· Air atau cairan lain mungkin mengurangi jumlah ASI yang diminumnya.
· Tetap berikan ASI, jangan berikan cairan lain selain ASI.

Jika Mengalami Kesulitan Dalam Pemberian ASI

Pada umumnya, penggunaan susu formula tidak diperlukan bayi dari sisi medis, para ibu menggunakan susu formula karena pilihan mereka sendiri.  Oleh karena itu:
· Bila ibu merasa ASI-nya hanya sedikit (dan karena itu lantas berpikir bahwa mereka memerlukan susu formula) padahal persediaan ASI-nya baik-baik saja
· Bila Anda merasa bahwa bayi Anda sungguh-sungguh memerlukan susu formula sebagai tambahan
· Bila DSA anda menyarankan atau merekomendasikan penggunaan susu formula
· Bila Anda mengalami kesulitan dalam proses menyusui.
Hubungi klinik laktasi untuk mendapatkan bimbingan.  Seorang konsultan laktasi yang baik bisa membimbing para ibu untuk meningkatkan persediaan ASI, menjaga agar para ibu dapat terus menyusui bahkan melakukan relaktasi.

Usia: 0-6 bulan

Pertumbuhan anak:

Organ mulut dirancang untuk menghisap, bukan untuk mengunyah
Reflek menyusu membantu bayi anda untuk berpaling ke arah puting untuk menemukan sumber makanannya.
Lidah secara reflek mendorong makanan (semi) padat.
Organ pencernaan bayi anda masih belum berkembang sempurna, inilah yang menjadi alasan mengapa makanan padat belum diperkenalkan sampai bayi mencapai usia 6 bulan.
Makanan yang diberikan
• HANYA susu ASI atau ASI perah dari orang lain atau susu formula yang mengandung zat besi.


Makanan Padat Pertama
Sulit dipercaya betapa cepat bayi anda berkembang. Ia berkembang secara dramatis dari bayi kecil yang anda bawa pulang beberapa bulan yang lalu, dan sekarang ia telah mulai mempelajari kepandaian baru setiap hari.
Antara usia 6–9 bulan, ASI (atau susu formula yang diperkaya zat besi) masih menjadi sumber nutrisi bagi bayi anda. Penting untuk diingat bahwa sebagian besar nutrisi yang diperlukan bayi anda tetap berasal dari sumber-sumber tersebut di atas, meskipun anda telah menambahkan makanan padat ke dalam menunya. ASI menyediakan nutrisi yang diperlukan bayi anda, seperti kalsium, zat besi, protein dan zinc – zat seng.
Meskipun demikian, pada usia ini bayi biasanya membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang kandungan yang ada di dalam ASI (dan susu formula) – dan pada saat inilah, tambahan nutrisi dapat diperoleh dari makanan padat dalam porsi kecil.  WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI untuk tetap dilakukan sampai anak berusia dua tahun atau lebih.

6 Bulan – Makanan Pertama
Yang diberikan:

  • ASI/ASI perahan
  • SEREALIA: beras putih, beras merah, havermuth (untuk beras dapat memakai tepung beras)
  • SAYURAN: labu parang, ubi jalar, kentang, kacang hijau, labu, zucchini
  • BUAH: pisang, alpukat, apel, pir
Yang Belum Boleh Diberikan:
  • DAGING & MAKANAN YG MENGANDUNG PROTEIN
  • IKAN & KERANG-KERANGAN
  • SUSU SAPI & PRODUK SUSU OLAHAN





 Tipe :
  • 1 jenis makanan
  • Semi cair (dihaluskan atau dibuat puree, tepung)
  • Dimasak (kecuali buah tertentu, seperti alpukat, semangka dan pisang)
Frekuensi:
  • Makan besar: 1-2 kali per hari
  • Cemilan: 1 kali per hari
  • ASI: kapan saja bila diminta atau formula umumnya setiap 3-4 jam
Porsi Makanan:
1-2 ujung sendok teh pada awalnya, bertahap tingkatkan sesuai bertambahnya usia dan minat bayi.

7-8 bulan – Makanan Semi Padat
Yang diberikan:


  • ASI/ASI perahan
  • SEREALIA: lanjutkan pemberian beras merah, beras putih dan havermut. Perkenalkan maizena (untuk beras dapat memakai tepung beras)
  • SAYURAN: asparagus, wortel, bayam, brokoli, sawi, kembang kol, bit, lobak, kol
  • BUAH: mangga, pir, peach, blewah, timun suri
  • Biskuit bayi
  • DAGING & MAKANAN YG MENGANDUNG PROTEIN: ayam, sapi, hati ayam, tahu, tempe
Yang Belum Boleh Diberikan:
  • IKAN & KERANG
  • SUSU SAPI & PRODUK SUSU OLAHAN


Tipe:
  • 1-2 macam makanan
  • Semi padat (haluskan dgn saringan kawat, puree, tepung)
  • Soft finger food (8 bln+)
  • Dimasak (kecuali buah tertentu, spt alpukat, semangka dan pisang)





Frekuensi:
  • Makan besar: 2 kali per hari
  • Cemilan: 1 kali per hari
  • ASI: kapan saja bila diminta atau formula umumnya setiap 3-4 jam
Porsi:
  • 3-9 sendok makan serealia, untuk 2-3 kali pemberian makan
  • 1 sendok teh buah, bertahap tingkatkan menjadi ¼ sampai ½ cangkir untuk 2-3 kali pemberian makan
  • 1 sendok teh sayuran, perlahan ditingkatkan menjadi ¼ sampai ½ cangkir untuk 2-3 kali pemberian makan.
  • 1 sendok teh makanan sumber protein, perlahan tingkatkan menjadi 2 sendok makan untuk 2 kali pemberian makan
Sumber: http://www.sehatgroup.web.id

Kamis, 06 Januari 2011

PENYAKIT KELAMIN

Jika Anda diduga memiliki masalah yang berhubungan dengan penyakit kewanitaan apakah itu periode mentsruasi yang tidak teratur, masalah hormonal, atau penyakit yang disebakan hubungan seksual (STD), sebaiknya selalu periksakan ke dokter. Ini penting untuk mengetahui gejala yang ditimbulkan dan juga untuk mendapatkan informasi mengenai masalah kesehatan seksual yang banyak wanita hadapi, bagaimana mencegahnya dan bagaimana melindungi diri.

Karena masih ada stigma mengenai kesehatan seksual, banyak wanita menghindari pergi ke dokter padahal penghindaran ini dapat mempengaruhi kesehatan serius termasuk kesuburan. Berikut beberapa penyakit umum yang wanita hadapi dan cara menjamin kesehatan kewanitaan tetap sehat:


 Ada hubungan erat antara kanker leher rahim dan Human Papilloma Virus (HPV). Jika virus ini menginfeksi perempuan, ada kemungkinan berisiko menjadi kanker leher rahim. Kanker leher rahim disebabkan oleh HPV atau Human Papilloma Virus. Virus itu bisa dicegah dengan vaksinasi sejak dini, yaitu sejak usia remaja.
HPV berpotensi menular lewat kontak kelamin. Di antaranya tentu saja lewat hubungan seks. Soal vaksinasi dan tetek bengek seputar kanker leher rahim, remaja putri harus sudah mendapatkan penjelasan yang cukup dari dokter dan kedua orangtua mengenai hal ini agar dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker leher rahim.


HPV
Human Papilloma Virus (HPV) adalah salah satu infeksi virus yang disebabkan oleh hubungan seksual paling umum. Sebagian besar penyakit ini tidak begitu berbahaya tetapi jika test smear nampak tidak normal, dokter akan menyarankan untuk test lab.

Cara untuk mengatetahui HPV adalah dengan cervical smear atau screening kesehatan seksual. Yakinlah untuk memeriksa secara teratur setidaknya satu kali setiap tiga tahun. Berhenti merokok karena penelitian menemukan hubungan antara merokok dan kanker vulva.



PID
Pelvic Inflammatory Disease (PID) mempangaruhi satu dari 10 wanita dan jika dibiarkan akan menyebabkan ketidaksuburan. Gejala yang mungkin timbul pinggul sakit saat hubungan seks, pendarahy ang tidak teratur atau perubahan bau pada vagina. Segera periksa ke dokter jika anda menemukan gejala itu. Penyakit ini dapat dengan mudah disembuhkan dengan antibiotik.


Upaya pencegahan PID adalah lakukan seks yang aman dan memeriksakan secara teratur. Kadang-kadang gejala tidak begitu jelas sampai semua terlambat.


BV
Bacterial Vaginosis adalah salah satu infeksi vagina yang paling umum diantara wanita di usia beranak. Penyakit ini sering dianggap hanya infeksi karena memiliki gejala yang sangat umum dengan infeksi biasa.

Gejala dari ketidakseimbangan bakteri dalam vagina termasuk gatal, aroma amis dan perubahan dalam vagina. Jangan biarkan gejala-gejala tersebut dan yakinlah untuk diperiksa dan disembuhkan dengan baik. Jika dibiarkan, ini akan meningkat resiko berkembang menjadi PID


Penyakit Akibat Seks Oral
Radang Mulut
Seks oral juga dapat menjadi sumber penularan radang mulut bila rongga mulut mengidap suatu penyakit menular seksual. Rongga mulut mungkin mengidap suatu penyakit kelamin kalau melakukan seks oral dengan orang yang sedang mengidap penyakit tersebut. Sebagai contoh, kalau seorang wanita melakukan seks oral terhadap seorang pria yang sedang mengidap gonorea (kencing nanah), maka dapat saja terjadi penularan dari penis ke lapisan mulut bagian dalam atau tenggorok.

Akibatnya wanita itu mengalami radang mulut atau tenggorok karena gonorea. Kalau kemudian wanita itu melakukan seks oral terhadap pria lain yang sehat, pria itu dapat tertular sehingga mengalami gonorea. Namun. kalau rongga mulut tidak mengidap penyakit kelamin, tentu seks oral tidak merupakan sumber penularan.


Kanker Tenggorokan
Beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan pada pria atau wanita, dicurigai menular lewat aktivitas seks oral. Dalam sebuah studi yang baru pertama kali dilakukan, para ahli meneliti kaitan antara human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kanker leher rahim dengan kanker oropharyngeal yang menyerang tenggorokan, tonsil dan bagian belakang lidah. Angka kejadian penularan HPV lewat kegiatan oral sex di Amerika Serikat terus mengalami peningkatan sejak tahun 1973. Kini bertambah lagi resiko penularan penyakit lewat seks oral, yakni kanker tenggorokan.

Dulu, banyak disebut orang yang paling rentan terkena kanker tenggorokan adalah mereka yang perokok dan banyak mengkonsumsi alkohol. Namun, rupanya ada faktor lain yang lebih dominan. Orang yang melakukan oral sex berganti-ganti pasangan hingga lebih dari 6 kali mengalami resiko terkena kanker tenggorokan 9 kali lebih tinggi.

Setiap orang harus memastikan bahwa dirinya dan pasangannya bebas dari PMS sebelum melakukan hubungan seksual. Tidak ada penyakit yang ditularkan melalui seks oral yang tidak bisa ditularkan melalui seks dalam bentuk lainnya. Jika seseorang mengidap PMS, maka pasangannya kemungkinan akan tertular apapun bentuk hubungan seks yang mereka lakukan. Singkatnya, hubungan seks diantara pasangan yang sehat adalah aman dan bersih.


Petunjuk mengenai Penyakit-penyakit Kelamin

GONORRHEA & CHLAMYDIA

* Disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini
* Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.
* Gejala-gejala gonorrhea pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, tetapi kalau tidak diobati penyakit ini dapat menjadi parah dan menyebabkan kemandulan
* Penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik bila ditangani secara dini

HERPES

* Disebabkan oleh virus, dapat diobati tetapi tidak dapat disembuhkan
* Gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
* Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair.
* Dalam 5 sampai 10 hari gejala hilang
* Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering
* Wanita kerap kali tidak sadar bahwa ia menderita herpes akrena lecet terjadi di dalam vagina

INFEKSI JAMUR

* Disebabkan oleh jamur
* Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat
* Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal
* Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur

SYPHILIS

* Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
* Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit
* Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagiantubuh lain
* Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin
* Pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina

VAGINISTIS

* Infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya cairan dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidak nyamanan
* Disebabkan oleh berbagai jenis bakteri (bakteri gonorrhea, chlamydia) atau jamur
* Juga dapat disebabkan oleh berbagai bakteri tidak berbahaya yang memang menetap pada vagina
* Dapat diselidiki dengan meneliti cairan vagina tersebut dengan mikroskop
* Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

BISUL PADA ALAT KELAMIN

* Disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV)
* Muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit tersebut
* Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka
* Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix
* Bisul pada kelamin ini dapat disembuhkan, wanita harus menjalankan pap smear setiap kali berganti pasangan intim

KUTU KELAMIN

* Sangat kecil (lebih kecil atau sama dengan 1/8 inch), berwana kelabu kecoklatan, menetap pada rambut kemaluan.
* Dapat disembuhkan dengan obat cair yang digosokkan pada rambut kelamin

KUTU DI BAWAH KULIT

* Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit
* Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh
* Diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh
* Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut

AIDS (ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME)/HIV DISEASE

* Penyakit akibat hubungan intim yang paling serius, menyebabkan tidak bekerjanya sistim kekebalan tubuh
* Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah
* Dapat menyebabkan kematian setelah sepukuh tahun setelah terinfeksi virus HIV, tetapi pengobatan telah ditemukan
* Disebarkan melalui hubungan intim dan pemakaian jarum suntik secara bersamaan.

MENYUSUN MENU YANG BERGIZI DAN SEHAT

Menu adalah suatu susunan beberapa macam hidangan yang disajikan pada waktu tertentu. Menu dapat terdiri dari satu macam hidangan yang lengkap atau tidak lengkap, juga dapat berupa hidangan untuk makan atau sarapan pagi, untuk makan siang atau makan malam saja ataupun hidangan makan untuk satu hari penuh dengan atau tampa makan selingan.

Manfaat menyusun menu
Perencanaan menu dilakukan untuk beberapa hari atau yang disebut siklus menu , misalnya 5 hari atau 10 hari. Penyusunan menu berdasarkan siklus menu berfungsi untuk :
1. Variasi dan kombinasi bahan makanan dapat diatur, sehingga :
o Menghindari kebosanan, karena terlalu sering jenis makanan tertentu dihidangkan
o Pada saat tertentu dapat dihidangkan makanan kesukaan yang menjadi makanan favorit bagi anggota keluarga
o Dapat menanamkan kebiasaan menyukai berbagai macam-macam makanan sejak anak – anak bahkan sejak bayi. Kebiasaan makanan yang ditanamkan sejak dini akan diteruskan hingga dewasa. Kebiasaan makan yang baik akan mengurangi resiko terjadinya masalah gizi.
2. Makanan yang disajikan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan gizi seluruh keluarga.(Misalnya pada kondisi : Sakit, hamil atau menyusui)
3. Menu dapat disusun sesuai dengan biaya yang tersedia, sehingga :
o Mengurangi adanya kebocoran dana
o Dapat menghindari pembelian bahan makanan yang terlalu banyak atau berlebihan
4. Waktu dan tenaga yang tersedia dapat digunakan sebaik-baiknya, terutama bagi ibu-ibu yang bekerja atau mempunyai kesibukan lain selain urusan rumah tangga
5. Mengurangi beban mental, karena segala sesuatunya telah diatur jauh hari sebelumnya.

Syarat Menyusun menu
Pada Waktu menyusun menu perlu diperhatikan beberapa hal, yakni : Nilai gizi, biaya yang tersedia, mudah diselenggarakan dan dapat diterima oleh setiap anggota keluarga.

1. Nilai gizi Makanan
Mutu Gizi Makanan setiap anggota keluarga harus dapat dipenuhi.Untuk itu pada waktu menyusun menu perlu diperhatikan :
• Penggunaan beranekaragam bahan makanan dalam menu sehari-hari.
• Banyaknya bahan makanan harus dapat memenuhi kecukupan gizi anggota keluarga.
• Setiap anggota keluarga memperoleh makan sesuai kebutuhan gizinya.
Sebagai pedoman memilih bahan makanan dan menyusun menu dapat digunakan padanan berbagai kelompok Bahan Makanan. Untuk menghitung banyaknya bahan makanan yang dibutuhkan, dapat dilihat dalam uraian selanjutnya.

2. Biaya yang tersedia.
Perencanaan menu yang tepat dan cermat dapat membantu menghasilkan hidangan yang sesuai dengan biaya yang tersedia tanpa mengabaikan mutu gizi makanan. Gunakanlah bahan makanan sesuai musimnya, karena pada umumnya harga lebih murah.

3. Mudah diselenggarakan.
Perencanaan menu harus disesuaikan dengan tenaga, waktu dan peralatan yang tersedia. Bagi ibu yang bekerja atau tidak mempunyai pembantu rumah tangga, perlu mempertimbangkan keterbatasan waktu dalam menyelenggarakan makanan. Untuk menghemat tenaga dan waktu janganlah merencanakan menu yang terlalu banyak.
Menu yang terdiri dari nasi,1 macam lauk hewani, 1 macam lauk nabati, 1 macam sayuran dan 1 macam buah sudah cukup memenuhi keaneka ragaman dalam hidangan sehari – hari.

4. Diterima anggota Keluarga
Menu yang memenuhi syarat gizi, terjangkau daya beli keluarga dan mudah penyelenggaranya, harus dapat diterima seluruh anggota keluarga.
Oleh karena itu perlu dipertimbangkan:
• Variasai penggunaan bahan makanan dan cara memasaknya, agar tidak membosankan.
• Kombinasi Rasa, bentuk dan warna masakan yang tepat serta cara penyajian yang rapi,bersih dan menarik akan menimbulkan selera makan.
• Perhatikan kesukaan dan ketidak sukaan (selera ) anggota keluarga terhadap makanan/bahan makanan tertentu.
• Makanan untuk bayi dan anak balita perlu dimasak tersendiri, karena kemampuan menerima
• berbagai macam makanan berbeda dengan orang dewasa.
• Perhatikan kebutuhan makanan bagi anggota keluarga yang sedang sakit, hamil atau menyusui.

Langkah- langkah menyusun menu
1. Buat suatu pola dan susunan menu untuk suatu jangka waktu yang diinginkan ( misal 3 hari, 5 hari, 10 hari )
2. Mula-mula cantumkan makanan pokok dalam daftar menu tersebut, Buat variasi untuk penganekaragaman.
3. Cantumkan lauk pauk, dipilih dari protein yang berasal dari hewani dan dari tumbuh-tumbuhan (Nabati ). Buat bervariasi setiap hari.
4. Cantumkan Sayuran, usahakan setiap hari menggunakan sayuran yang berwarna hijau.
5. Kemudian cantumkan buah. Penggunaan sayuran dan buah yang sedang musim akan sangat membantu masalah biaya.
6. Terakhir cantumkan makanan selingan, usahakan menggunakan beranekaragam bahan makanan. Misalnya pecel, bubur kacang hijau, kolak ubi dan sebagainya.


GOLONGAN BERAT BADAN NASI 200 g atau padanannya Lauk 50 g ikan, 25 g tempe atau padanannya Sayur
100 g Buah 100 g pepaya atau padanannya Susu
200 cc
Laki- Laki Dewasa
19 – 29 th 56 4,5 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
3 x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
30 – 49 th 62 4 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
4 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
50- 64 th 62 3 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
5 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
64 + th 62 3 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
5 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
WANITA Dewasa
19 – 29 th
52 3,5 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
3 p x 25 g Nabati
1,5 p x100 g
2 p x 100 g
30 – 49 th 55 3 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
3 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
50- 64 th 55 2 p x 200 g 2 p x 50g Hewani
4 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
64 + th 55 2 p x 200 g 2 p x 50g Hewani
4 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
HAMIL 4 p x 200 g 2 p x 50g Hewani
4 x 25 g Nabati 3 p x100 g 2 p x 100 g 1 p x 200 cc
MENYUSUI 5 p x 200 g 2 p x 50g Hewani
5 p x 25 g Nabati 3 p x100 g 2 p x 100 g 1 p x 200 cc
LAKI-LAKI REMAJA
10-12 th 35 4 p x 200 g 1 p x 50g Hewani
3 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
13-15 th 46 5,5 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
3 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
16- 18 th 55 6 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
3 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
WANITA REMAJA
10-12 th 32 4 p x 200 g 1 p x 50g Hewani
3 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
13-15 th 42 4 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
4 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
16- 18 th 46 3,5 p x 200 g 1,5 p x 50g Hewani
3 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g
ANAK- ANAK
1-3 TH 12 1,5 p x 200 g 0,5 p x 50g Hewani
2 p x 25 g Nabati 1 p x100 g 1 p x 100 g 1 p x 200 cc
4- 6 th 17 2 p x 200 g 1 p x 50g Hewani
3 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g 1 p x 200 cc
7- 9 th 25 3 p x 200 g 1 p x 50g Hewani
3 p x 25 g Nabati 1,5 p x100 g 2 p x 100 g 1 p x 200 cc
Keterangan :
1. p = Porsi
2. 1 Porsi Nasi 200 g , berasal dari 100 g beras./ 1,5 Gelas Blimbing
3. 1 Porsi Lauk Hewani 50 g / 2 Potong
4. 1 Porsi Lauk Nabati 75 g / 2 Potong Sedang
5. 1 Porsi Sayur 100 g / 25 batang bayam / 15 buah buncis
6. 1 Porsi Buah 100 g / 8 biji rambutan / 1 buah sedang Pisang Ambon

SUSUNAN MENU 10 HARI MENGGUNAKAN BERBAGAI MAKANAN POKOK
Berikut ini kami sajikan contoh menu untuk kebutuhan berbagai golongan umur dengan aktivitas sedang tidak dalam keadaan sakit dengan Berat Badan Normal. Susunan menu 10 hari berwawasan kepada penganekaragaman bahan makanan dengan pola menu seimbang, sesuai dengan pola makan dan kebiasaan makan. Susunan menu sehari terdiri dari menu makan pagi, makan siang dan makan malam dalam bentuk makanan lengkap, ( nasi, lauk pauk, sayur dan buah ), dan makanan selingan. Susu dianjurkan terutama untuk anak, ibu hamil, ibu menyusui,dll.

1. Menu I

Makan Pagi : Nasi goreng, telur dadar iris, lalap ketimun, tomat
SelinganSiang ( 10.00) : Bubur kacang ijo
Makan Siang : Nasi, Pepes Ikan, tempe goreng, Sayur asem,Pepaya
Selingan Sore( 16.00 ) : Teh manis, Kroket
Makan Malam : Nasi, Udang goreng, tempe bacem, Sayur bening, Pisang

2. Menu II

Makan Pagi : Nasi,opor telur ayam, tempe goreng
SelinganSiang ( 10.00) : Getuk Lindri, Teh Manis
Makan Siang : Nasi,Empal pedas,tahu bacem,Gulai daun singkong, nanas
Selingan Sore( 16.00 ) : Teh Manis, Lemper
Makan Malam : Nasi, Ceplok telur, kering tempe, lodeh nangka muda,Pepaya

3. Menu III

Makan Pagi : Nasi, Belado Teri, Ca Sawi
SelinganSiang ( 10.00) : Kolak Ubi
Makan Siang : Nasi, Sop kacang merah + Wortel + bayam, Ayam, Rica rica,
Tempe Goreng, sambal, Kerupuk, Jeruk
Selingan Sore( 16.00 ) : Teh Manis, Pisang Goreng
Makan Malam : Nasi, Sayur asem-asem, pepes ikan, tahu goreng, Semangka

4. Menu IV

Makan Pagi : Nasi, Ayam Taliwang, tahu bacem, oseng Buncis
SelinganSiang ( 10.00) : Teh Manis, Bakwan jagung
Makan Siang : Nasi, Ikan Bakar,Tempe goreng, sayur bobor Bayam/ wortel,
sambel, Kerupuk, Mangga.
Selingan Sore( 16.00 ) : Jus Apel, Sukun Rebus.
Makan Malam : Nasi, Ikan Tenggiri Bumbu Kuning,soon daging
pedas,tempe goreng tepung, kerupuk, Semangka

5. Menu V

Makan Pagi : Nasi, Ikan asin, Balado Tahu, Stup wortel Buncis
SelinganSiang ( 10.00) : Teh Manis, Lemet
Makan Siang : Nasi, Bandeng Goreng, oseng telur puyuh janggel + buncis,
Tempe bacem, Kerupuk, melon
Selingan Sore( 16.00 ) : Jus Jeruk, Singkong rebus
Makan Malam : Nasi, tumis sardencis, perkedel tahu, sayur lodeh,kerupuk, pisang

6. Menu VI

Makan Pagi : Nasi, Empal daging, Tempe goreng, Ca Sawi
SelinganSiang ( 10.00) : Teh Manis, Nogosari
Makan Siang : Nasi, Mangut Lele, tahu goreng, Lodeh labu siam, Kerupuk,jeruk
Selingan Sore( 16.00 ) : Jus Apokat
Makan Malam : Nasi, Rawon daging, telur asin, tahu goreng,cambah,
ketimun,kemangi,sambal,kerupuk, pisang raja

7. Menu VII

Makan Pagi : Nasi, Abon daging sapi, Perkedel Tahu, sambel goreng labu siam
SelinganSiang ( 10.00) : Teh Manis, Ubi Goreng
Makan Siang : Nasi, Lele kremes, Fuyung hai,Oseng Tempe Lombok ijo,Lalapan
Timun+ Tomat, Es dawet.
Selingan Sore( 16.00 ) : Teh Manis, Klepon
Makan Malam : Nasi, Tengiri asam manis, tahu goreng kentucky,ca jamur wortel
sawi,melon.

8. Menu VIII

Makan Pagi : Nasi, Gembung goreng, Tahu bumbu terik, gudangan
SelinganSiang ( 10.00) : Teh manis, Pizza sukun
Makan Siang : Nasi, Tongseng daging sapi,rempeyek kacang tanah, oseng buncis
lombok ijo, semangka
Selingan Sore( 16.00 ) : Stup jambu
Makan Malam : Nasi, Otak-otak bandeng, semur telur ayam, Sayur podomoro,
pisang ambon.

9. Menu IX

Makan Pagi : Nasi, Teri goreng, tempe bumbu bali, oseng kacang panjang+
kecambah kedelai
SelinganSiang ( 10.00) : Teh Manis, lapis singkong
Makan Siang : Nasi, Udang kentucky, pergedel tahu, sup sayur, sambal
kerupuk,nanas
Selingan Sore( 16.00 ) : Teh Manis, Pie Talas
Makan Malam : Nasi, Ayam Rica-rica, tempe bacem, ca brokoli wortel, Jeruk

10.Menu X

Makan Pagi : Nasi, Balado Daging, Pepes tahu, oseng kangkung
SelinganSiang ( 10.00) : Teh Manis, Pie Labu siam
Makan Siang : Nasi, Bandeng goreng, pepes tempe, bobor bayam, sambal,
kerupuk, Pepaya.
Selingan Sore( 16.00 ) : Just Apel
Makan Malam : Nasi, soto ayam, pergedel kentang, ayam goreng, sambal,
Rempeyek kacang, pisang.

(Sumber : Seksi Gizi)

KEPUTIHAN PADA WANITA

Istilah “keputihan” merupakan istilah lazim digunakan oleh masyarakat untuk menyebut penyakit kandidiasis vaginal yang terjadi pada daerah kewanitaan. Penyakit “keputihan” merupakan masalah kesehatan yang spesifik pada wanita. Sebuah survei telah dilakukan terhadap pengunjung wanita pada beberapa apotek di Yogyakarta selama satu bulan menunjukkan bahwa 60% pengunjung wanita tersebut sedang atau pernah menggunakan obat untuk mengatasi masalah kesehatan pada organ reproduksinya dan yang relatif sering adalah apa yang dikenal dengan “keputihan”. Sebanyak 50% pelajar putri sekolah menengah dan perguruan tinggi pernah mengalami keputihan ketika berusia kurang dari 25 tahun.
Bagaimana mengenali kandidasis vaginal?
“Keputihan” paling umum disebabkan oleh jamur Candida,spp, terutama Candida albicans yang menginfeksi secara superfisial atau terlokalisasi. Penyakit ini seringkali dalam istilah medis disebut candidiasis vaginal atau vulvovaginal candidiasis (VVC) atau vaginitis candida albinacans. “Keputihan” dapat disertai gejala atau tanpa ada gejala yang dirasakan, tetapi jika dilakukan pembiakan sekret vagina akan terlihat adanya jamur Candida, spp. Selain Candida albicans, penyebab lain adalah Candida glabrata yang kasusnya mempunyai kecenderungan meningkat.
Seringkali wanita merasa mampu mengenali sendiri bahwa sedang menderita keputihan tanpa merasa perlu memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh pemeriksaan secara lebih detail, namun langsung diobati sendiri dengan obat – obat keputihan yang dijual bebas. Pada kasus ini, tindakan tersebut cukup berisiko, karena apabila kurang tepat dalam pengenalan penyakitnya dapat menyebabkan kurang tepat pula obat yang dipilih, sehingga selain efektivitas terapi tidak tercapai juga akan berisiko pada munculnya resistensi sehingga jamur semakin kebal dengan obat.
Tindakan swamedikasi hanya direkomendasikan jika sebelumnya telah pernah didiagnosis keputihan oleh dokter dan kembali muncul gejala yang sama atau mengalami kekambuhan.
Faktor Resiko Pada Wanita
Beberapa hal dapat meningkatkan resiko untuk menderita keputihan antara lain penggunaan kontrasepsi jenis oral, diagfrahma dengan spermatisida, kondom, dan IUD (Intrauterine Device).
Gejala dan Tanda Klinis
Gejala yang muncul pada vulvovaginal candidiasis adalah kemerahan pada vulva di vagina, bengkak, iritasi, dan rasa terbakar serta panas pada daerah vagina. Tanda lain yang tampak adalah lendir putih berlebihan, dapat berupa gumpalan seperti keju, dan tidak berbau. Apabila lendir berbau menyengat seperti telur busuk, maka penyebabnya bukan lagi jamur kandida, namun kemungkinan bakteri. Penderita terkadang juga mengalami nyeri atau rasa sakit saat berkemih. Penegakan diagnosis terhadap keputihan ini dilakukan oleh dokter dan idealnya harus didukung data laboratorium terkait.
Pengobatan Keputihan
Pengobatan keputihan dilakukan dengan menggunakan obat antijamur untuk keputihan. Tindakan tanpa obat yang mendukung penyembuhan dapat dilakukan dengan mengindari penggunaan sabun atau parfum vagina untuk mencegah iritasi, menjaga agar area bagian kewanitaan tetap bersih dan kering dan menghindari penggunaan pakaian dalam yang ketat dan tidak menyerap keringat. Meminum minuman yogurt yang mengandung Lactobacillus acidophilus setiap hari akan mengurangi kekambuhan.
Obat –obat antijamur (dalam nama generik) yang dapat digunakan untuk keputihan adalah sebagai berikut: butoconazole, klotrimazol, mikonazol, tikonazol, ekonazol, fentikonazol, nystatin, terkonazol, ketokonasol, itrakonazol, dan flukonazol, yang diproduksi oleh berbagai pabrik obat dengan berbagai merek dagang. Obat – obat tersebut dapat digunakan secara oral atau diminum, maupun secara topikal atau penggunaan langsung di daerah kewanitaan. Secara oral direkomendasikan antijamur yang mengandung flukonazol, sedangkan secara topikal adalah butokonazol, klotrimazol, mikonazol, nistatin, terkonazol, dan tiokonazol.


KENALI GEJALA DAN BAHAYA KEPUTIHAN PADA WANITA HAMIL
Sebagian perempuan hamil tidak pernah mengeluhkan keputihan yang tiba-tiba dideritanya. Hal ini karena merasa tidak merasa terganggu. Padahal, jika dibiarkan berlarut-larut keputihan tersebut bisa membahayakan kehamilannya. Tak hanya dapat menyebabkan persalinan prematur (prematuritas), keputihan pada kehamilan juga dapat menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya serta kelahiran bayi dengan berat lahir rendah.
Itu sebabnya, sangat diajurkan pada ibu hamil agar segera melakukan pemeriksaan kehamilan tatkala mendapatkan dirinya mengalami keputihan. Apalagi jika keputihan tersebut mulai timbul gejala gatal yang sangat hingga cairan berbau.
Dari bermacam keputihan, ada tiga jenis yang dapat terjadi pada kondisi hamil. Yaitu kandidosis vulvovaginal, vaginosis baterialis dan trikomoniasis.
Kandidosis vulvovaginal
Kandidosis Vulvovaginal dapat terjadi karena pertumbuhan berlebihan sel-sel jamur, kondisi yang memudahkan pertumbuhan tersebut antara lain: kehamilan, pemakaian kontrasepsi oral kombinasi, pemakaian antibiotika berlebihan, menstruasi, diabetes mellitus (kencing manis), penyakit-penyakit yang menurunkan daya kekebalan tubuh, kebiasaan irigasi/bilas vagina, cairan pembersih/pewangi vagina, vaginal jeli atau pemakaian celana dalam yang ketat dengan ventilasi yang kurang.
Gejalanya muncul cairan kental, berbau sangat tajam dan disertai dengan rasa gatal akibat cairan keputihan sudah mengiritasi dan membuat lecet vulva. Ibu hamil juga akan merasakan nyeri saat berkemih dan saat bersenggama.
Vaginosis Bakterialis
Adanya perubahan ekosistem dalam area genital. Yaitu keadaan menghilangnya jumlah laktobasili yang normal dan disertai oleh pertumbuhan berlebihan dari mikroorganisme lain dalam konsentrasi yang tinggi. Dibandingkan pada saat tidak hamil, frekuensi terjadinya Vaginosis Bakterialis pada perempuan hamil cukup tinggi sekitar 16-24 persen.
Gejalanya muncul cairan kental, berbau sangat tajam. Pada kondisi parah barulah muncul rasa gatal.
Trikomoniasis
Trichomonas Vaginalis, yaitu protozoa yang mempunyai flagel, pada manusia biasanya terdapat di uretra (saluran kemih). Ditularkan pada umumnya melalui hubungan seksual.
Gejala yang timbul berupa iritasi pada area genital, rasa panas, gatal dan nyeri yang dapat terasa di daerah vulva dan paha, perineum (kulit diantara vagina dan anus) , dapat pula disertai nyeri saat berkemih dan senggama. Dapat juga terjadi perdarahan bercak setelah senggama akibat kontak langsung dengan leher rahim yang meradang. Keluar cairan keputihan yang berbuih dan berwarna putih keabuan atau berwarna kuning kotor kehijauan serta berbau busuk yang menusuk. Dalam kondisi parah, vagina dan leher rahim dapat bengkak dan meradang kemerahan.
Langkah Tepat Penderita Keputihan
Wanita lebih rentan mengalami keputihan pada saat hamil karena pada saat hamil terjadi perubahan hormonal yang salah satu dampaknya adalah peningkatan jumlah produksi cairan dan penurunan keasaman vagina serta terjadi pula perubahan pada kondisi pencernaan. Semua ini berpengaruh terhadap peningkatan risiko terjadinya keputihan.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan apabila ternyata menderita keputihan adalah sebagai berikut:
1. Berkonsultasilah ke dokter kandungan, Dokter akan memberi obat sesuai keluhan dan penyebab. Umumnya keputihan yang disebabkan oleh infeksi diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi keputihan biasanya berasal dari golongan flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan golongan metronidazol untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit. Sediaan obat dapat berupa sediaan oral yang berupa tablet atau kapsul, topikal seperti krem yang dioleskan dan uvula yang dimasukkan langsung ke dalam liang vagina. Untuk keputihan yang ditularkan melalui hubungan seksual, terapi juga diberikan kepada pasangan seksual dan dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama masih dalam pengobatan.
2. Bagi yang sudah berkeluarga, lakukan pemeriksaan bersama pasangan.
3. Jika masih belum sembuh juga, lakukan uji resistensi obat dan mengganti dengan obat lain. Ada kemungkinan bahwa kuman ternyata resisten terhadap obat yang diberikan.
4. Bagi yang sudah menikah, lakukan pap smear. Apalagi jika sudah berumur > 35 tahun dan keluhan keputihan diikuti dengan adanya sesuatu yang mencurigakan di mulut rahim karena dikhawatirkan adalah virus yang dapat memicu kanker. Idealnya, pap smear dilakukan setahun sekali.
5. Jika positif terkena virus, bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan mulut rahim dengan menggunakan alat pembesar yang diletakkan di luar bibir vagina. Sebagai penunjang, lakukan pula tes urin dan tes darah.
6. Yang paling penting adalah jagalah kebersihan daerah vagina Anda dan cobalah untuk membiasakan pola hidup yang sehat agar daya tahan tubuh baik untuk mendukung pengobatan yang sempurna.
Pengetahuan akan keputihan secara tepat akan membantu dalam membedakan antara keputihan yang normal dengan keputihan yang patologis. Sehingga pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan secara dini dan menghindarkan Anda dari kemandulan dan kanker leher rahim lebih lanjut. Dengan demikian jagalah selalu kesehatan diri termasuk di area pribadi Anda.

Rabu, 05 Januari 2011

INSOMNIA

Setiap manusia membutuhkan waktu tidur kurang lebih sekitar sepertiga waktu hidupnya atau sekitar 6-8 jam sehari. Secara alami dan otomatis jika tubuh lelah maka kita akan merasa mengantuk sehingga memaksa tubuh kita untuk beristirahat secara fisik dan mental.
Menurut penelitian, orang yang tidur selama 6,5 sampai 7,5 jam dalam sehari akan memiliki hidup yang lebih panjang dari pada yang tidurnya hanya memakan waktu kurang dari 6,5 jam atau lebih dari 8 jam perhari.
A. Arti definisi / pengertian Tidur dan Insomnia :
- Tidur adalah merupakan suatu kondisi istirahat alami yang dialami oleh manusia dan hewan-hewan lainnya yang sangat penting untuk kesehatan.
- Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang memiliki gejala lesu sepanjang hari karena kekurangan waktu tidur. Umumnya penderita insomnia akan sulit tidur jika terbangun di malam hari.
. Kegunaan atau fungsi dari Tidur yang cukup :
1. Regenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi baru.
2. Memperlancar produksi hormon pertumbuhan tubuh.
3. Mengistirahatkan tubuh yang letih akibat aktivitas seharian.
4. Meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit.
5. Menambah konsentrasi dan kemampuan fisik.
. Fase / Tahapan Tidur Seseorang :
1. Awal
2. Non rapid eyes movement (non-rem)
3. Rapid Eyes Movement (rem)
4. Dream Sleep

. Sebab / Penyebab Penyakit Insomnia Pada Manusia :
1. Faktor fisik seperti karena sedang sakit pilek, asma, sinus, dan lain-lain.
2. Faktor lingkungan yaitu seperti adanya aroma tidak sedap, polusi suara yang bising, asap, lingkungan sosial yang sedang tidak aman.
3. Faktor gaya hidup tidak sehat seperti akibat rokok, minuman keras, obat kuat, dsb.
4. Faktor psikologis yaitu seperti stres yang terus-menerus.
5. Faktor prikiatris akibat rasa depresi yang dialami seseorang.
. Ada juga penyebab lain yaitu :
Penyebab psikologis

Pada banyak orang, insomnia dapat terjadi :

* Kegelisahan, suatu kondisi di mana individu merasa meningkatkan ketegangan, ketakutan, dan perasaan tidak berdaya, takut, khawatir, dan ketidakpastian. Kegelisahan, suatu kondisi di mana individu merasa meningkatkan ketegangan, ketakutan, dan perasaan regular tidak Berdaya, Takut, khawatir, dan ketidakpastian. Hal ini mungkin disebabkan oleh efek yang orang lain di tempat kerja terhadap kita, kekhawatiran keuangan, kekhawatiran atas hubungan di luar pekerjaan atau penyebab lainnya banyak. Suami hal mungkin disebabkan Dibuat Efek ekuitas Orang Yang lain di Tempat kerja jangka pendek terhadap Kita, keuangan kekhawatiran, kekhawatiran tetap Permanent sales di Luar pekerjaan atau penyebab Lainnya.

* Stres, atau seberapa efektif seseorang berupaya dengan faktor emosional, fisik, sosial, ekonomi, atau lainnya yang membutuhkan tanggapan atau perubahan. Stres, atau seberapa tersebut berlaku berupaya Artikel Baru Apapun seseorang, Fisik, sosial, Ekonomi, atau faktor emosional membutuhkan perubahan respon atau Yang.

* Depresi, gangguan mood yang ditandai dengan perasaan sedih, putus asa, dan keputusasaan. Depresi, gangguan mood Artikel Baru Yang ditandai perasaan sedih, Putus asa, dan keputusasaan.

Selain itu, kurang tidur malam yang baik dapat menyebabkan masalah-masalah psikologis yang sama, dan lingkaran setan dapat berkembang. Selain ITU, Kurang Tidur Yang Baik malam dapat menyebabkan psikologis Masalah-Masalah Yang sama, Lingkaran setan dan dapat berkembang. konseling profesional dari dokter, terapis, atau spesialis tidur dapat membantu individu mengatasi kondisi ini. Dari Dokter konseling profesional, terapis, spesialis atau individu Tidur dapat membantu mengatasi kondisi

Penyebab Fisik
Penyebab fisik dari insomnia adalah sebagai berikut: Penyebab Fisik Dari insomnia adalah sebagai berikut:

* Perubahan hormon pada wanita. Ini termasuk sindrom pramenstruasi, menstruasi, kehamilan, dan menopause. PADA perubahan hormon wanita. Ini termasuk Sindrom pramenstruasi, menstruasi, kehamilan, dan menopause.

* Penurunan melatonin melatonin Sebuah Penurunan hormon (zat kimia Yang Dibuat tubuh dan dibawa Aliran Darah ke diproduksi Dibuat Dari Name of lain untuk merangsang fungsi tubuh atau menghambat) Yang diproduksi di hipotalamus Otak menyebabkan penurunan kantuk SUHU tubuh dan Yang. . Tingkat melatonin, hormon yang membantu tidur kontrol, penurunan sebagai orang usia. .. Tingkat melatonin, hormon mengendalikan Tidur Yang membantu, penurunan sebagai Pribadi Usia Pada usia 60, tubuh memproduksi melatonin sangat sedikit. PADA Usia 60, tubuh memproduksi melatonin Sangat sedikit.

* Kondisi medis. Ini termasuk alergi, arthritis, asma, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hipertiroidisme, dan penyakit Parkinson. kondisi Medis. Ini termasuk alergi, arthritis, asma, penyakit Jantung, Darah Tinggi tekanan, hipertiroidisme, dan ITU penyakit Parkinson.

* Pain. Nyeri dan ketidaknyamanan dari penyakit medis atau cedera sering mengganggu tidur. Nyeri dan. Nyeri ketidaknyamanan Dari penyakit Medis atau cedera Sering Tidur mengganggu.

* Genetika. Masalah dengan insomnia lakukan tampaknya berjalan di beberapa keluarga, walaupun para peneliti belum mengidentifikasi bagaimana genetika berperan. Genetika. Artikel Baru Masalah insomnia lakukan tampaknya Berjalan di beberapa Keluarga, walaupun para Peneliti Belum mengidentifikasi bagaimana genetika berperan.

* Gangguan tidur lainnya. Ini termasuk sleep apnea Lainnya gangguan Tidur. Ini termasuk sleep apnea Sebuah gangguan Tidur Yang ditandai Artikel Baru periode ketika bernapas & e berhenti, Orang tersebut sesaat regular tidak dapat menggerakkan muscle mempertahankan pernapasan atau Aliran Udara Canada mulut dan hidung. (Di mana satu sementara berhenti bernapas selama tidur) dan kaki periodik dan gerakan lengan saat tidur (di mana otot-otot seseorang terlalu kedutan atau brengsek). (Di mana Satu & e berhenti bernapas selama Tidur) dan kesemek periodik dan Gerakan lengan Saat Tidur (di mana seseorang Terlalu muscle-muscle kedutan atau brengsek).

Sementara Acara Atau Faktor-faktor Saccharin Acara Atau Faktor-faktor
insomnia jangka pendek dapat dikaitkan dengan peristiwa dan faktor-faktor yang sering sementara, seperti: insomnia & e Jangka Pendek dapat dikaitkan Artikel Baru Peristiwa dan faktor-faktor Yang Sering, Pembongkaran:

* Penyesuaian gangguan tidur. Bentuk tidur merupakan reaksi untuk mengubah atau stres. Penyesuaian gangguan Tidur. Bentuk Tidur merupakan Reaksi stres atau untuk mengubah. Ini mungkin disebabkan oleh peristiwa traumatis seperti sakit atau kehilangan orang yang dicintai, atau acara kecil seperti perubahan cuaca atau argumen dengan seseorang. Ini mungkin disebabkan Dibuat Peristiwa traumatis Pembongkaran sakit atau kehilangan Orang Yang Dicintai, atau Kecil Acara Pembongkaran perubahan seseorang atau argumen Cuaca Artikel Baru.

* Jet lag. Perjalanan udara di zona waktu sering menyebabkan serangan singkat insomnia. Jet lag zona. Perjalanan Udara julian di Serangan menyebabkan insomnia Sering singkat.

* Bekerja shift malam atau shift panjang. Individu yang bekerja pada malam hari dan mereka yang bekerja shift panjang akan mengalami kesulitan menyesuaikan kebiasaan tidur mereka. Bekerja shift malam atau shift Panjang. Yang individu bekerja malam hari dan mereka PADA pergeseran bekerja Yang Panjang akan mengalami kesulitan menyesuaikan kebiasaan Tidur mereka.

* Obat-obatan. Insomnia dapat menjadi efek samping dari berbagai obat, baik resep dan over-the-counter. Obat-obatan. Insomnia dapat menjadi Efek Samping Dari berbagai obat, Baik dan resep over-the-counter.

* Berlebihan kafein dan alkohol. Kafein paling sering mengganggu tidur. Terlalu Sering menggunakan alkohol dan kafein. Kafein mengganggu pagar Sering Tidur. Sementara minum atau dua sebelum tidur dapat membantu seseorang rileks, lebih dari itu dapat menyebabkan tidur terfragmentasi dan terjaga beberapa jam kemudian. Saccharin minum atau doa at Tidur dapat membantu seseorang rileks, lebih Dari dapat menyebabkan ITU Tidur terfragmentasi dan terjaga beberapa jam kemudian.

* Kebisingan lingkungan, suhu ekstrim, atau perubahan dalam lingkungan seseorang sekitarnya. Kebisingan Lingkungan, Tindak SUHU, perubahan seseorang atau sekitar Yang Lingkungan.

Sabtu, 01 Januari 2011

KANKER SERVIKS

Kanker servik memang merupakan pembunuh wanita yang menakutkan. Memperoleh informasi tentang kanker ini dapat membantu lebih banyak wanita terhindar dari salah satu penyakit paling mematikan. Waspadalah terhadap penyakit yang satu ini !!!!!

Berikut ada 5hal yang wajib Anda ketahui tentang kankker ini :



1. Apa itu kanker serviks? - Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

2. Seberapa berbahaya penyakit ini? - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

3. Apa penyebabnya? - Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

4. Bagaimana penularannya? - Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

5. Apa saja gejalanya? - Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.


Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

1.     Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.

2.      Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.

3.         Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.

4.     Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.

5.         Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.

6.      Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.

7.         Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.

8.         Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.

9.        Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
Sumber : kumpulan.info